PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI -
Selama ini, institusi penegak hukum sering kali dianggap sebagai sosok yang kaku dan hanya muncul saat terjadi persoalan pidana. Namun, kesan tersebut perlahan memudar di Kabupaten Sinjai.
Melalui udara, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai mencoba meruntuhkan dinding pembatas tersebut. Program "Jaksa Menjawab" yang mengudara di Radio Suara Bersatu 95,5 FM pada Selasa siang menjadi bukti nyata bahwa hukum kini hadir lebih dekat, lebih hangat, dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.
Dalam sesi talkshow yang dipandu oleh Nurlaelah, suasana informatif terasa begitu kental saat Kepala Seksi Intelijen Kejari Sinjai, Jhadi Wijaya, mulai membedah program Jaksa Garda Desa (JAGA DESA) bersama staf Intelijen Azel Favian Terry Hensanusi, mereka menjelaskan bahwa kehadiran jaksa di tengah masyarakat desa bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk menjadi rekan diskusi dan pendamping dalam mengawal pembangunan.
Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran desa tetap berada pada koridor hukum yang benar.
Edukasi yang diberikan bukan sekadar teori di atas kertas. Jhadi Wijaya menekankan bahwa transparansi adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya penyimpangan, terutama dalam pengelolaan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit.
Dengan adanya program JAGA DESA, para perangkat desa kini memiliki tempat untuk berkonsultasi mengenai tata kelola keuangan agar lebih akuntabel. Pendekatan preventif ini diharapkan mampu menekan angka tindak pidana korupsi sejak dini, sehingga pembangunan desa dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum di kemudian hari.
Upaya menghapus sekat ini juga didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi. Kejaksaan kini tidak lagi bekerja secara konvensional semata, melainkan telah mengintegrasikan data JAGA DESA dengan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES).
Sinergi digital ini memungkinkan pemantauan realisasi anggaran dilakukan secara real-time. Dengan pengawasan yang presisi dan terbuka, masyarakat dapat melihat bahwa komitmen Kejari Sinjai dalam menjaga amanah anggaran bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang terukur.
Dialog interaktif melalui radio ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif untuk memastikan bahwa masyarakat desa merasa memiliki dan terlindungi oleh hukum.
Harapan besarnya adalah terwujudnya kemandirian desa yang sejahtera, di mana pembangunan fisik berjalan beriringan dengan ketaatan hukum. Melalui semangat "Jaksa Menjawab", Kejari Sinjai menegaskan bahwa mereka adalah bagian dari solusi untuk membangun desa yang lebih bersih, transparan, dan maju demi masa depan Kabupaten Sinjai yang lebih baik. (Pz).