Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gandeng YKL, Pemkab Sinjai Dorong Perikanan Gurita Berkelanjutan di Pulau Sembilan

Kamis, 21 Mei 2026 | 15:50 WIB Last Updated 2026-05-21T07:50:30Z

PAPARAZZIINDO.com. ​SINJAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus mendorong langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut, khususnya di wilayah Pulau Sembilan. 

Salah satu upaya strategis yang dilakukan yakni melalui sosialisasi program pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat dan data yang digelar bersama Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia.

​Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Balitbangda Sinjai, Kamis (21/5/2026), dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa. 

Dalam kesempatan tersebut, Andi Jefrianto menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga konservasi menjadi langkah krusial demi menjaga sumber daya laut agar tetap lestari sekaligus menopang perekonomian masyarakat pesisir.
Menurutnya, kawasan terumbu karang di Pulau Sembilan memiliki nilai strategis karena menjadi sumber penghidupan utama bagi nelayan kecil. Dengan luas kawasan terumbu karang yang mencapai sekitar 3.700 hektare, wilayah ini dinilai memiliki peran besar dalam menopang sektor perikanan laut di daerah tersebut. 

Namun, ia tidak menampik bahwa kondisi ekosistem laut saat ini menghadapi tekanan yang cukup tinggi akibat pemanfaatan sumber daya yang belum sepenuhnya berorientasi pada keberlanjutan. 

Ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya laut yang cukup tinggi membuat pemkab merasa perlu adanya pengelolaan yang lebih terarah agar ekosistem tetap terjaga.
​Pulau Sembilan sendiri sebenarnya telah masuk dalam kawasan pencadangan Kawasan Konservasi Daerah (KKD) berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 3 Tahun 2022. 

Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan masif dari berbagai pihak untuk memastikan pengelolaan kawasan konservasi dapat berjalan optimal.

​Andi Jefrianto juga menyebut pendekatan berbasis data yang ditawarkan YKL Indonesia sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Pengambilan kebijakan berbasis riset dianggap penting agar program pengelolaan sumber daya laut dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu mengurangi dampak kerusakan terumbu karang. 

Melalui program ini, pengelolaan perikanan gurita di Pulau Sembilan diharapkan bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Adapun sosialisasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD, instansi vertikal, unsur kepolisian, perwakilan perguruan tinggi, serta Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut Indonesia, Nirwan Dessibali bersama jajaran tim program. (Adv).
×
Berita Terbaru Update