Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Geger 5 Ekor Sapi Hilang di Sinjai, Ternyata Lari ke Hutan Gegara Musik Hajatan

Rabu, 01 April 2026 | 15:44 WIB Last Updated 2026-04-01T07:44:56Z

PAPARAZZIINDO.com. ​SINJAI - Warga Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sempat dibuat geger dengan kabar hilangnya lima ekor sapi secara misterius. 

Spekulasi mengenai aksi pencurian ternak pun sempat merebak di tengah masyarakat sebelum akhirnya misteri tersebut terpecahkan pada Senin (30/3/2026) malam.

​Aparat Polsek Tellulimpoe bersama warga berhasil menemukan kawanan sapi tersebut di kawasan hutan Dusun Batusantung, Desa Erabaru, sekitar pukul 19.00 Wita. Penemuan ini berawal dari laporan warga yang curiga melihat gerombolan ternak berada jauh di dalam area hutan pada jam yang tidak wajar.

​Merespons laporan itu, Bhabinkamtibmas Desa Erabaru Aiptu Toep Efendi dan Ps Kanit Intelkam Aiptu Rosman segera meluncur ke lokasi.

Di sana, petugas menemukan lima ekor sapi yang terdiri dari dua induk betina, satu pejantan limosin, serta dua anakan. Kecurigaan bahwa sapi tersebut merupakan hasil curian langsung terpatahkan setelah petugas melihat kondisi fisik ternak yang masih mengenakan tali pengikat kepala dan tali penarik sepanjang 50 sentimeter.

​Kondisi tali yang masih terpasang mengindikasikan bahwa sapi-sapi tersebut bukan sengaja dicuri, melainkan terlepas dari kandangnya. Setelah informasi penemuan disebarluaskan, seorang warga bernama Riswandi (33) datang mengonfirmasi bahwa ternak tersebut adalah miliknya.

​Menariknya, Riswandi mengungkapkan penyebab tak terduga di balik kaburnya hewan peliharaan tersebut. Kelima sapinya ternyata mengalami kepanikan massal setelah mendengar dentuman musik elektronik yang sangat keras dari sebuah pesta pernikahan yang digelar tidak jauh dari lokasi kandang.

Suara musik yang membahana membuat sapi-sapi tersebut stres hingga nekat menjebol pengaman dan lari masuk ke dalam hutan.
​Setelah proses verifikasi selesai, pihak Polsek Tellulimpoe langsung menyerahkan kembali kelima sapi tersebut kepada Riswandi dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat. 

Sapi-sapi itu kemudian diangkut menggunakan mobil bak terbuka untuk dibawa pulang ke rumah pemiliknya.

​Terkait insiden ini, Kapolres Sinjai melalui Plt Kasi Humas IPTU Agus Santoso memberikan imbauan tegas kepada para peternak. Ia meminta warga untuk lebih waspada dan sebaiknya memanfaatkan fasilitas kandang induk yang telah disediakan kelompok tani. 

Menurutnya, membiarkan ternak berkeliaran atau hanya diikat di area terbuka sangat berisiko, baik karena faktor alam, gangguan suara, maupun potensi tindak kriminalitas.

​Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan hewan ternak, terutama pada malam hari atau saat ada kegiatan keramaian di sekitar pemukiman.

Sinergi antara warga dan kepolisian dalam kasus ini pun menuai apresiasi karena berhasil mencegah isu liar mengenai pencurian ternak berkembang lebih jauh. (*).
×
Berita Terbaru Update