Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Harga Pertalite di Pengecer Sinjai Tembus Rp20.000 per Botol, Warga Keluhkan Harga "Suka-suka"

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:43 WIB Last Updated 2026-03-31T12:43:53Z


PAPARAZZIINDO COM.  SINJAI - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami lonjakan drastis. 

Tak tanggung-tanggung, harga di pasaran kini sangat bervariasi, mulai dari Rp12.000 hingga menembus angka Rp20.000 per botol.


Kenaikan harga yang dinilai tidak wajar ini diduga terjadi karena para pengecer mematok harga secara sepihak dengan berbagai alasan teknis di lapangan.

Modus Antre Berjam-jam

Salah satu alasan utama yang kerap dilontarkan para pengecer adalah sulitnya mendapatkan pasokan. Saat ini, pembelian Pertalite menggunakan jerigen di SPBU telah dilarang ketat.

Untuk menyiasati aturan tersebut, sebagian pengecer terpaksa menggunakan kendaraan pribadi untuk mengisi BBM berulang kali, lalu memindahkannya ke dalam botol jualan.

"Alasannya karena biaya operasional ke SPBU tinggi dan harus antre berjam-jam. Itu yang dipakai pembenaran untuk menaikkan harga," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat yang hendak membeli BBM di pengecer, sebaiknya menanyakan dulu kepada pengecer berapa harga BBM Pertalite yang dijualnya. 

Temuan di Lapangan

Praktik harga "langit" ini salah satunya ditemukan di kawasan perempatan traffic light dekat Masjid Jami Nurul Maram, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara. Di lokasi tersebut, harga Pertalite dibanderol Rp20.000 per botol.

Seorang konsumen menceritakan pengalamannya pada Senin (30/03/2026) malam. Ia mengaku terkejut saat hendak membayar setelah mengisi bensin ke kendaraannya.

"Awalnya saya tidak tanya harga karena mengira normal. Setelah isi sendiri, pemilik warung baru bilang harganya Rp20.000 per botol, karena isi bensin dalam botol itu lebih dari 1 liter,"ungkapnya kecewa.

Menariknya, harga ini bahkan melampaui harga Pertamax di tingkat pengecer yang terpantau berada di kisaran Rp18.000 per botol.

Desakan Penertiban

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat Sinjai. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui instansi terkait dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan di lapangan.

Masyarakat mendesak adanya penertiban terhadap para pengecer nakal agar tidak menaikkan harga secara sepihak yang memberatkan ekonomi warga, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada mobilitas kendaraan setiap harinya.

Diketahui, BBM jenis Pertalite (RON 90) saat ini dikategorikan sebagai jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang menerima subsidi/kompensasi pemerintah untuk menjaga harga stabil di Rp10.000 per liter.

Pemerintah membatasi pembeliannya mulai 1 April 2026 agar lebih tepat sasaran, dengan harga tetap tidak naik. (Pz).
×
Berita Terbaru Update