Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Operasi Keselamatan Pallawa 2026 Dirlantas Polda Sulsel Angka Kecelakaan Turun 13 %

Senin, 09 Februari 2026 | 14:08 WIB Last Updated 2026-02-09T06:08:22Z

PAPARAZZIINDO.COM. MAKASSAR – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026 di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren positif pada sepekan pertama pelaksanaannya.

Data Polda Sulsel mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang signifikan sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara hingga H+7 (2-8 Februari 2026), jumlah kejadian lakalantas tercatat sebanyak 113 kasus. Angka ini menurun dari tahun 2025 yang mencapai 130 kasus.

Kabar baiknya, tingkat fatalitas korban jiwa juga mengalami penurunan tajam. Korban meninggal dunia (MD) turun 33 persen, dari 15 jiwa pada tahun lalu menjadi 10 jiwa pada tahun ini.

Keberhasilan Strategi Preemtif dan Preventif

Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Pria Budi, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Dr. Amin Toha menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka kecelakaan ini merupakan buah dari lonjakan kegiatan preemtif dan preventif yang mencapai 100 persen.

"Kesuksesan ini berpangkal pada lonjakan kegiatan edukasi yang mengubah perilaku berkendara masyarakat secara masif," ujar Amin Toha di Makassar, Senin (9/2/2026).

Pihak kepolisian mencatat peningkatan aktivitas di delapan indikator utama. Satgas Preemtif secara agresif melakukan edukasi melalui media sosial sebanyak 30.806 kali, sosialisasi langsung 2.907 giat, hingga program Police Go to School sebanyak 390 kali.

Langkah preventif juga diperkuat dengan 16.721 kegiatan pengaturan dan penjagaan di jam-jam rawan, serta pengecekan kelaikan kendaraan (ramp check) bus sebanyak 694 kali guna mendeteksi dini pelanggaran teknis.

Transformasi Digital dan Penegakan ETLE

Satu hal yang mencolok dalam Operasi Pallawa 2026 adalah pergeseran pola penegakan hukum. Penggunaan tilang elektronik atau ETLE melonjak drastis hingga 10.269 persen, dengan total 723 pelanggar terjaring dibandingkan tahun lalu yang hanya 141 pelanggar.

Sebaliknya, penindakan melalui tilang konvensional (manual) turun drastis sebesar 432 persen.

"Pergeseran ke penegakan berbasis teknologi ini terbukti lebih efisien karena menghindari konfrontasi langsung di lapangan dan tetap fokus pada pelanggar serius," tambah Amin.

Selain menekan angka kematian, operasi ini juga berhasil menurunkan kerugian material sebesar 35 persen, atau setara dengan Rp110,95 juta dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp171 juta.

Polda Sulsel menargetkan momentum penurunan ini terus terjaga guna mencapai target zero accident (nol kecelakaan fatal) menjelang masa angkutan Lebaran atau Operasi Ketupat mendatang. (*/Yudha).
×
Berita Terbaru Update