PAPARAZZIINDO.COM – Upaya pencarian terhadap warga Sinjai yang hanyut setelah terseret arus sungai membuahkan hasil. Andi Ridwan yang diketahui menjadi korban arus Sungai Tangka akhirnya ditemukan, Rabu, (11/05/2022) siang.
Kepala BPBD Sinjai, Drs. Budiaman mengatakan, Andi Ridwan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah 3 hari dilakukan upaya pencarian.
“Mayat ditemukan tadi sekitar pukul 11.00 WITA dalam keadaan terapung, kira-kira 12 kilometer dari lokasi tempat korban mulai hanyut,” katanya via telepon sesaat setelah korban ditemukan.
Senada hal tersebut, Penata Penanggulangan Bencana BPBD Sinjai, Ambo Rappe yang ditemui terpisah di Kantor BPBD, menyampaikan,” Korban ditemukan di Sungai Tangka 12 Km dari penyeberangan Desa Raja, Kabupaten Bone dan Desa Lappa Cinrana, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, sudah tidak bernyawa lagi,”ujarnya.
Atas kerja keras dari tim gabungan baik Basarnas (tim SAR), Brimob Bone, BPBD Sinjai dan pihak lainnya dalam mencari korban, mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sinjai Andi Seto Asapa.
Bupati menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para relawan yang terlibat dalam pencarian warga yang hanyut di Sungai Tangka.
“Saya sangat salut dan berterima kasih atas kerja keras teman-teman yang begitu tulus dalam mencari warga kita yang hanyut terbawa arus sungai,” ungkapnya.
Kendati demikian kata Bupati, berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi tim dalam proses pencarian dapat dilalui dengan penuh semangat hingga berhasil menemukan korban.
“Kita paham, begitu besar tantangan teman-teman di lapangan. Namun hal itulah yang membuat kami salut dan bangga atas perjuangannya mencari korban sampai berhasil ditemukan,” puji Bupati
Kini, jenazah korban sesaat setelah ditemukan, langsung dibawa ke rumahnya di Dusun Mattirowalie, Desa Lappacinrana Kecamatan Bulupoddo.
Sebelumnya, korban yang bernama Andi Ridwan ini hanyut di Sungai Tangka pada Minggu, (08/05) lalu, saat ia menyeberang sungai dari Desa Raja Kabupaten Bone menuju Desa Lappacinrana Kecamatan Bulupoddo.
Pihak BPBD Sinjai saat mengetahui informasi tersebut, langsung turun mencari korban dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari Basarnas Bone, termasuk dari TNI-Polri dan relawan PMI. (*/Pz)