PAPARAZZIINDO.com. SINJAI SULAWESI SELATAN — Pemerintah Kabupaten Sinjai sigap merespons ancaman penyebaran kasus flu burung (Avian Influenza) yang melanda populasi unggas di wilayahnya.
Penanganan lintas sektor langsung digelar menyusul temuan ribuan kematian ternak secara mendadak di beberapa kawasan.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Sinjai per 7 Oktober 2026, tercatat sebanyak 3.131 ekor unggas mati akibat flu burung. Lonjakan kasus tersebut terpusat di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Timur.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan jajaran Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, hingga para Camat dan Lurah dalam rapat koordinasi di Command Center Kompleks Rujab Bupati Sinjai, turut hadir langsung Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syamsul Alam.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh lini bergerak cepat memutus rantai penularan di tingkat peternak.
Meskipun potensi penularan virus Avian Influenza dari unggas ke manusia tergolong sangat rendah, Bupati mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak berlarut dalam kepanikan. Masyarakat diminta terus menerapkan pola hidup bersih serta memperketat sanitasi lingkungan di sekitar area peternakan.
Guna menekan sebaran virus, Pemkab Sinjai melalui Disnakkeswan telah melancarkan serangkaian tindakan taktis. Langkah tersebut meliputi pengetatan sistem biosecurity dan biosafety, sterilisasi kandang terinfeksi dengan penyemprotan desinfektan, masifnya edukasi kesehatan kepada peternak, serta koordinasi ketat bersama Puskesmas setempat.