Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polda Sulsel Bentengi Anggota dari Paham Radikal, Kapolda: Polisi Harus Jadi Teladan Kebhinekaan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:43 WIB Last Updated 2026-10-30T03:43:33Z

PAPARAZZIINDO.com. MAKASSAR SULAWESI SELATAN – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar program pembinaan khusus bagi personelnya guna mencegah dan menanggulangi penyebaran paham radikalisme serta intoleransi di internal kepolisian.

Acara yang berlangsung di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel pada Kamis (29/10/2026) ini dibuka langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Dr. Gidion Arif Setyawan, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol Hartoyo, serta jajaran Pejabat Utama Polda Sulsel.

Dalam arahannya, Irjen Pol Awal Chairuddin menggarisbawahi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Selain membawa manfaat positif, arus digital juga rawan disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan ideologi radikal, intoleransi, hingga ujaran kebencian (hate speech).

Menurut Awal, ancaman propaganda digital yang bertentangan dengan nilai kebangsaan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata karena berpotensi merusak sendi persatuan bangsa.

"Sebagai garda terdepan penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta perekat kebhinekaan, institusi Polri harus bersih dan terbebas dari paparan ideologi radikal maupun sikap intoleran. Kita tidak boleh menganggap remeh potensi ancaman ini, baik yang menyasar masyarakat umum maupun internal anggota dan keluarga besar Polri," ujar Awal tegas.

Ia mengingatkan seluruh jajaran bahwa anggota Polri tidak hanya mengemban fungsi penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga memikul tanggung jawab moral untuk menjadi panutan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, kegiatan pembinaan ideologi ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat integritas, membentengi personel dari pemahaman yang menyimpang, serta meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945.

Melalui pembinaan ini, jajaran Polda Sulsel diharapkan semakin waspada terhadap infiltrasi narasi propaganda kelompok radikal, sekaligus mampu mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu intoleransi. (*).
×
Berita Terbaru Update