Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polda Sulsel Minta Orang Tua Awasi Anak agar Tak Ikut Aksi Demonstrasi Berisiko

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:06 WIB Last Updated 2026-08-29T05:06:10Z

PAPARAZZIINDO.com. MAKASSAR SULAWESI SELATAN — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta komunikasi dengan anak-anak mereka. 

Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak berada di lokasi unjuk rasa atau penyampaian aspirasi yang berpotensi ricuh.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan anak sekaligus memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan tertib dan aman.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menegaskan, peran keluarga sangat krusial dalam memberikan pemahaman mengenai risiko berada di tengah situasi demonstrasi yang memanas.

"Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Didik dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8/2026).

Didik menambahkan, meski penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang, anak-anak tetap membutuhkan perlindungan dan edukasi agar tidak berada dalam situasi berbahaya.

"Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri," tutur Didik.

Cegah Anak "Cuma Ikut-ikutan"

Polda Sulsel juga meminta para orang tua lebih proaktif membangun komunikasi terbuka serta memantau pergaulan anak, terutama saat beredar informasi mengenai rencana aksi massa di suatu wilayah.

Edukasi di tingkat keluarga dinilai menjadi benteng utama agar anak-anak tidak terprovokasi atau sekadar terikut gelombang massa tanpa memahami risikonya.

"Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan," tegasnya.

Menurut Didik, menjaga keselamatan generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan butuh kolaborasi aktif dari lingkungan keluarga sebagai garda terdepan.

Melalui pengawasan ketat dari orang tua, Polda Sulsel berharap anak-anak terhindar dari potensi bahaya di lapangan, sekaligus terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif. (*).
×
Berita Terbaru Update