Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Diskominfo Sinjai Gembleng 270 Siswa Hadapi Jebakan Judi Online

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:10 WIB Last Updated 2026-08-27T08:10:54Z

PAPARAZZIINDO.com. SINJAI SULAWESI SELATAN – Penetrasi internet yang telah mencapai 68,05 persen di Kabupaten Sinjai ternyata membawa ancaman nyata bagi anak-anak melalui paparan masif iklan dan ajakan judi online. 

Sebagian besar orang tua masih menganggap anak-anak mereka aman ketika memegang gawai, padahal aktivitas judi digital kini menyusup rapi di balik kedok permainan sehari-hari. 

Merespons krisis tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sinjai mengambil langkah agresif dengan membekali 270 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 agar mampu mendeteksi dan menolak jebakan judi online sejak dini dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (27/8/2026).

Dalam pelatihan tersebut, tim Diskominfo Sinjai membongkar fakta bahwa kelompok pelajar saat ini menjadi target operasi bandar judi melalui berbagai cara yang sangat dekat dengan aktivitas harian mereka. 

Modus yang sering ditemui meliputi kemunculan iklan pop-up secara tiba-tiba saat mengakses game gratis atau menonton video singkat, tawaran taruhan skor pertandingan olahraga maupun turnamen E-Sports, hingga mekanisme gacha berbayar dalam game yang memicu kebiasaan bertaruh. 

Selain itu, tawaran bonus gratis di awal serta iming-iming keuntungan jutaan rupiah hanya dengan modal belasan ribu rupiah kerap dirancang untuk memberikan sensasi mudah menang sebelum akhirnya menguras seluruh dana korban.

Pihak Diskominfo menegaskan bahwa judi online memiliki sistem acak yang telah diatur sedemikian rupa agar bandar selalu diuntungkan dan pemain berada di pihak yang rugi. Dampak yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari habisnya uang jajan dan tabungan, rusaknya konsentrasi belajar, hingga memicu gangguan emosional serta kecemasan pada remaja. 

Sebagai langkah penanganan, para siswa diajarkan strategi pertahanan siber praktis, seperti mengabaikan tautan tidak dikenal, menolak tegas ajakan bertaruh dari rekan sejawat, serta berani melaporkan konten mencurigakan kepada orang tua, guru, atau melalui platform aduankonten.id.

Langkah pencegahan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sinjai ini menjadi pengingat penting bagi ekosistem pendidikan dan keluarga. Pola pengawasan anak masa kini tidak lagi cukup mengandalkan kehadiran fisik semata, melainkan butuh penguatan literasi digital secara proaktif agar generasi muda terhindar dari bahaya kejahatan finansial di ruang siber. (Adv).
×
Berita Terbaru Update