Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pecah Rekor! Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Setor Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah Rp 52,1 T

Selasa, 07 Juli 2026 | 15:13 WIB Last Updated 2026-07-07T07:13:50Z

PAPARAZZIINDO.com. JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menancapkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Di bawah supervisi Danantara, bank pelat merah ini sukses mencatatkan torehan bersejarah dengan membagikan total dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346,00 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Jumat (10/4/2026).

Langkah jumbo ini modalnya kuat, diambil dari raihan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang menembus Rp 57,132 triliun. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, kehadiran Danantara menjadi momentum emas bagi perseroan untuk mempercepat transformasi ekonomi, memperkuat sinergi, sekaligus mengawal program strategis nasional demi dampak ekonomi yang nyata bagi rakyat.

Tren positif ini pun langsung tancap gas di awal tahun 2026. Buktinya, pada Triwulan I 2026, BRI meraup laba bersih konsolidasian Rp 15,5 triliun alias melesat 13,7% secara year-on-year (yoy). Kinerja moncer ini disokong oleh penyaluran kredit yang menyentuh Rp 1.562 triliun (naik 13,7% yoy) serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555 triliun (tumbuh 9,4% yoy).

Melalui nakhoda Hery Gunardi, BRI meluncurkan transformasi bertajuk BRIVolution Reignite. Strategi ini berfokus pada penguatan struktur pendanaan, efisiensi lewat digitalisasi, dan orientasi customer-centric. Hasilnya langsung terasa di Triwulan I 2026, di mana dana murah (CASA) melonjak 13,2% yoy menjadi Rp 1.058,6 triliun, mendongkrak rasio CASA ke angka 68,07%, sekaligus sukses memangkas cost of fund (CoF) dari 3% menjadi 2,3% berkat ekosistem digital seperti BRImo, Qlola, dan QRIS. Bersamaan dengan HUT ke-130 pada akhir 2025 lalu, BRI juga melakukan corporate rebranding demi menegaskan identitas modern dan inklusif sebagai "Satu Bank untuk Semua".

DNA kerakyatan BRI kian kental lewat aksi nyata di lapangan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI mengucur deras hingga Rp 84,36 triliun atau 46,87% dari total pagu Rp 180 triliun, dengan sektor pertanian menjadi jawara serapan terbesar senilai Rp 35,91 triliun. 

Tak hanya itu, akses hunian masyarakat juga digenjot lewat penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang menembus Rp 9,5 triliun untuk 68.212 debitur per 31 Mei 2026, membuat target tahunan KPP langsung dikerek naik dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun.

Pemberdayaan akar rumput pun berjalan masif. BRI kini tercatat telah membina 5.245 Desa BRILiaN, merangkul 15,6 juta pengguna di platform LinkUMKM, serta mendampingi 43 ribu klaster usaha lewat program Klasterku Hidupku agar pelaku usaha mikro naik kelas.

Ketangguhan model bisnis ini kian kokoh karena disokong penuh oleh anak usahanya. Entitas anak dalam BRI Group menyumbang laba Rp 3,89 triliun atau setara 25,1% dari total laba bersih konsolidasian pada Triwulan I 2026. 

Menanggapi performa gemilang ini, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengapresiasi transformasi positif bank-bank Himbara yang terus konsisten menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam menyuntik modal ke sektor produktif, hilirisasi, industri manufaktur, hingga UMKM yang membuka lapangan kerja luas. (rls).
×
Berita Terbaru Update