Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ortu Siswa Sebut Kebersihan SMPN 13 Makassar Sudah Tidak Terurus, Wakasek Kesiswaan Dinilai Arogan

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:06 WIB Last Updated 2026-06-04T04:07:03Z

PAPARAZZIINDO.com. MAKASSAR – Bak hiasan yang mulai pudar, pesona Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Makassar kini tengah menjadi sorotan. Sekolah yang dulunya dikenal indah, asri, dan sedap dipandang mata berkat kebersihan serta cat dindingnya yang cerah, belakangan ini dinilai mulai kehilangan "taring" estetikanya.

Kondisi fisik bangunan yang mulai meranggas, ditambah keluhan miring terkait pelayanan oknum pihak sekolah, memicu kekecewaan di kalangan orang tua murid.

Fasilitas Mulai Kumuh, Rumput Liar Meninggi

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Kamis (04/06/2026), tanda-tanda kurangnya perawatan memang sulit ditampik. Tembok pagar sekolah tampak kusam dengan cat yang mengelupas di sana-sini. Ironisme kian terlihat di area halaman dekat Musholla, di mana rumput liar dibiarkan tumbuh tinggi tanpa sentuhan pemangkasan.


Tak hanya itu, plang besi bertuliskan "Security" yang berada di depan pos pengamanan pun kondisinya memprihatinkan—tulisannya sudah memudar dan nyaris tak lagi terbaca seluruhnya.

Kondisi ini dikeluhkan oleh salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan. Saat ditemui di halaman sekolah, ia mengenang kembali masa-masa jaya estetika SMPN 13 Makassar.

"Ini SMPN 13 Makassar dulu sekolah ini indah dipandang mata, tapi sekarang keindahan dan kebersihannya sudah mulai tidak terurus lagi. Coba kita lihat sendiri cat temboknya sudah mengelupas, rumput liar di halaman sudah tinggi tidak dipangkas," ujarnya dengan nada kecewa.

Sikap Wakasek Kesiswaan Jadi Sorotan

Keluhan ternyata tidak berhenti pada masalah fasilitas fisik belaka. Hubungan komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid juga diterpa isu tak sedap. Oknum Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMPN 13 Makassar dinilai arogan dan kurang menunjukkan etika pelayanan yang hangat.

"Setiap kali berpapasan, ia tidak pernah memperlihatkan sikap ramah dan simpatik kepada orang tua siswa. Mungkin karena merasa dirinya sebagai Wakasek, ia lebih hebat dan lebih berkuasa dari orang lain,"sambung orang tua siswa tersebut.

Menurutnya, sebagai pejabat sekolah yang membidangi kesiswaan, sang Wakasek seharusnya menjadi garda terdepan dalam menunjukkan sikap simpatik dan merangkul, demi membangun sinergi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua murid. 

Respons Guru: "Kurang Cas"

Sisi menarik sekaligus menggelitik muncul saat mencoba mengonfirmasi masalah kebersihan ini kepada pihak internal sekolah. Salah seorang guru yang ditemui di koridor sekolah memberikan jawaban diplomatis yang berselimut sindiran halus.

"Mungkin bujang sekolahnya (petugas kebersihan) kurang cas," seloroh guru tersebut sambil tersenyum tipis dan berlalu pergi.

Istilah "kurang cas" ini pun memicu tanda tanya, apakah terkait dengan masalah operasional atau kurangnya pengawasan dari manajemen sekolah.

Pihak Wakasek Belum Berhasil Dikonfirmasi

Sayangnya, upaya untuk mendapatkan klarifikasi berimbang dari Wakasek Kesiswaan yang bersangkutan belum membuahkan hasil. Saat hendak ditemui untuk dimintai keterangan terkait tudingan arogansi dan kondisi sekolah, sang Wakasek sedang tidak ada di ruangannya.

"Bapak Wakasek Kesiswaan sedang keluar," ujar salah satu petugas sekolah yang berjaga.

Hingga berita ini diturunkan, tim masih mencoba menghubungi pihak kepala sekolah maupun Wakasek Kesiswaan SMPN 13 Makassar guna memberikan ruang klarifikasi atas keluhan yang dilayangkan oleh orang tua siswa tersebut. (Tim).
×
Berita Terbaru Update