Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jaga Tradisi Luhur, Bupati Sinjai Tegaskan Makna Filosofis Ritual Mattompang Pusaka

Senin, 08 Juni 2026 | 08:43 WIB Last Updated 2026-06-08T00:43:05Z

PAPARAZZIINDO.com. ​SINJAI – Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi Mattompang Pusaka sebagai warisan adat yang sarat akan makna filosofis. 

Ritual sakral yang berlangsung di Benteng Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Sabtu (6/6/2026), tersebut bukan sekadar kegiatan pembersihan benda pusaka secara fisik, melainkan simbol penjagaan nilai-nilai luhur seperti kehormatan, keberanian, persatuan, dan tanggung jawab yang diwariskan para pendahulu.

​Dalam prosesi yang diinisiasi oleh Komunitas dan Pemerhati Pusaka Adat dan Budaya Karpet Kuning Wilayah X Topekkong Sinjai ini, Bupati Sinjai didampingi ketua DPRD, Andi Jusman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara. 

Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap akar budaya di Kabupaten Sinjai. 

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya karena di dalamnya terkandung pelajaran berharga mengenai gotong royong dan penghormatan masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik.

​Lebih lanjut, Bupati menitipkan harapan agar semangat kebersamaan terus terjaga dan ritual tersebut dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya yang potensial. 

Sementara itu Wakil Ketua Komunitas Karpet Kuning, Amiruddin Mappinessa, menyatakan terima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah dan menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus bergerak melestarikan adat. Bahkan, pihaknya telah merencanakan agenda kebudayaan dengan skala yang lebih besar pada bulan Agustus mendatang dengan melibatkan berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

​Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut turut disaksikan oleh Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman yang memimpin ritual pencucian bilah pusaka, serta dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai Andi Ariany Djalil, perwakilan Disparbud, dan sejumlah pemerhati budaya dari berbagai daerah. 

Sinergi antara pemerintah, komunitas adat, dan masyarakat diharapkan terus terjalin kuat guna memastikan warisan budaya di Kabupaten Sinjai tetap lestari dan terjaga keberlangsungannya. (Adv).
×
Berita Terbaru Update