Wabup Sinjai saat hadiri buka puasa bersama di kediaman pengusaha properti di Bulutellue. (Foto: Ist).
PAPARAZZIINDO.com. SINJAI – Nuansa kekeluargaan dibulan suci ramadhan 1447 Hijriah menyelimuti kunjungan Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, di Desa Bulutellue pada Minggu (22/2/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Sinjai tersebut dalam rangka memenuhi undangan buka puasa bersama yang digelar di kediaman H. Badris, seorang putra daerah yang sukses meniti karier sebagai pengusaha properti.
Acara yang berlangsung hangat ini jauh dari kesan protokoler yang kaku. Tanpa seremoni yang berlebihan, Andi Mahyanto justru terlihat membaur di tengah-tengah warga, menciptakan ruang diskusi yang cair dan terbuka.
Mendengar Langsung Harapan Warga
Momen menjelang azan Magrib dimanfaatkan sang Wakil Bupati untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Berbagai obrolan ringan mengalir, mulai dari kondisi infrastruktur desa, perkembangan sektor pertanian, hingga harapan warga terhadap keberlanjutan pembangunan di Sinjai.
Menurut Andi Mahyanto, pertemuan informal seperti ini adalah instrumen penting bagi pemerintah untuk memahami realitas di lapangan secara jujur.
"Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa kebersamaan. Lewat komunikasi yang terbuka seperti ini, kita bisa membangun pemahaman yang sama antara pemerintah dan masyarakat," ujar Andi Mahyanto di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa kekompakan antara elemen warga dan pimpinan daerah merupakan modal utama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sinjai ke depan.
Sinergi Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi warga lokal, tetapi juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Wakil Ketua III DPRD Sinjai, Mappahakkang, bersama Kepala Desa Bulutellue dan jajaran tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran para pemangku kebijakan di rumah salah satu figur pengusaha sukses Sinjai ini diharapkan mampu mempererat sinergi lintas sektor—baik pemerintah, legislatif, maupun pelaku usaha—demi kemaslahatan masyarakat luas.
Acara ditutup dengan salat Magrib berjamaah setelah menikmati hidangan buka puasa yang disajikan dengan penuh kesederhanaan namun sarat akan makna kebersamaan. (*).