Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

GEGER! Bikin Kemendes PDT Kepikat, Jurus Sakti Kadisdik Sinjai Irwan Suaib Tangani ATS Jadi Sorotan Nasional!

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:46 WIB Last Updated 2026-10-30T00:46:53Z

PAPARAZZIINDO.com. SINJAI SULAWESI SELATAN — Nggak cuma seleb yang bisa bikin heboh publik, kali ini aksi nyata dari jajaran Pemkab Sinjai sukses bikin mata pejabat pusat melirik!. 

Ya, strategi jempolan dalam menangani masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Sinjai mendadak jadi buah bibir hangat sampai ke tingkat Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Siapa aktor utamanya? Siapa lagi kalau bukan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sinjai, Irwan Suaib! Sosok dibalik layar gerakan masif ini resmi 'dipanggil' jadi narasumber khusus dalam forum bergengsi Berbagi Praktik Baik Penanganan ATS yang digelar secara virtual pada Rabu (28/10/2026).

Saat memaparkan strateginya, Irwan Suaib tampil lugas dan blak-blakan. Menurutnya, kalau mau masalah anak putus sekolah kelar sampai ke akar-akarnya, nggak bisa cuma gaya-gayaan—harus terarah, inovatif, dan berkelanjutan!

Ternyata, Sinjai punya sederet 'senjata rahasia' unggulan yang sukses bikin angka ATS jebol kebawah:

Tassikolasi: Aplikasi canggih pendataan ATS yang sudah digodok matang sejak 2023.

Program 'Trio Maut' Intervensi: Kolaborasi epik lewat program Orang Tua Angkat, Tutor Angkat, hingga Balibolae.

Garda Depan Pencegahan: Dua jurus pencegahan anak berisiko putus sekolah lewat SIGAP ORTU dan Sahabat Rangkul.

"Kami terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pendataan, tetapi juga memastikan adanya langkah intervensi nyata agar setiap anak memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan," tegas Irwan Suaib.

Bagi Irwan, urusan ATS ini bukan sekadar statistik atau formalitas menurunkan angka di atas kertas, tapi soal menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa.

"Anak yang sudah putus sekolah harus kita rangkul kembali, sementara anak yang berisiko putus sekolah harus kita cegah sejak dini. Karena itu, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan," tambah Kadisdik.

Dua jempol wajib disematkan buat sinergi lintas sektor di Sinjai! Mulai dari Pemkab, pemerintah desa, sekolah, sampai elemen masyarakat bawah digandeng rapat tanpa terkecuali.

Lewat panggung nasional bersama Kemendes PDT ini, gebrakan dari Sinjai diharapkan bisa menular dan jadi inspirasi buat daerah-daerah lain di Indonesia. Pemkab Sinjai pun makin mantap tancap gas demi memastikan no child left behind alias tak ada lagi anak Sinjai yang gigit jari gara-gara putus sekolah! (*).

Sumber: Humas Disdik Sinjai.
×
Berita Terbaru Update