PAPARAZZIINDO.com. SINJAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tuberkulosis (TBC) untuk mempercepat capaian target eliminasi TBC tahun 2030.
Kegiatan yang melibatkan seluruh penanggung jawab program TBC di puskesmas, rumah sakit, serta petugas laboratorium ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, Selasa (23/6/2026).
Dalam arahannya, Andi Jefrianto menekankan bahwa penanggulangan TBC memerlukan komitmen lintas sektor yang kuat karena saat ini capaian penemuan kasus di Sinjai masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan data evaluasi per 15 Juni 2026, dari estimasi 6.631 suspek TBC, baru 2.358 suspek atau 36 persen yang berhasil ditemukan. Begitu pula dengan penemuan kasus TBC yang baru mencapai 232 dari estimasi 1.228 kasus, atau hanya sekitar 19 persen.
Selain itu, tingkat keberhasilan pengobatan pasien pada tahun 2025 baru menyentuh angka 66,3 persen, sehingga kualitas pemantauan pasien harus terus diperbaiki.
Plt. Kadinkes menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bertumpu pada ketersediaan obat semata, melainkan kualitas layanan sejak penemuan kasus, pemeriksaan laboratorium yang akurat, hingga pengawasan pengobatan pasien secara berkelanjutan.
Melalui forum ini, seluruh jajaran kesehatan diminta untuk mengidentifikasi kendala di lapangan serta menyusun langkah perbaikan yang lebih terukur. Ia berharap setiap kasus yang ditemukan lebih awal dan pasien yang berhasil disembuhkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Sinjai yang lebih sehat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penguatan strategi kolaboratif demi mengejar target eliminasi TBC nasional lima tahun ke depan. (Adv).