PAPARAZZIINDO.com. SINJAI – Di balik dinding kayu yang sudah lapuk dan atap yang mulai terbuka, Kobo (70) menghabiskan masa tuanya dalam kesunyian. Lansia di Dusun Topisi, Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah ini tak hanya didera kemiskinan, namun juga keterbatasan fisik yang memilukan.
Kobo hidup sebatang kara. Berdasarkan keterangan warga sekitar, ia tak pernah menikah dan tidak memiliki sanak saudara. Di gubuk reyotnya, ruang gerak Kobo sangat terbatas. Penglihatannya telah lama hilang, dan untuk berpindah tempat pun, ia terpaksa harus merangkak.
Kondisi ini memantik empati Kapolres Sinjai yang baru menjabat sebulan terakhir, AKBP Jamal Fatur Rakhman. Melalui Kanit Regident Satlantas Polres Sinjai, Ipda Muh Yusuf, bantuan kemanusiaan dikirimkan langsung ke kediaman Kobo pada Selasa (3/3/2026) siang.
Kehadiran di tengah keterbatasan
Didampingi dua personel Polwan dan Wartawan Paparazziindo.com yang juga Ketua DPD AMJI-RI, Elang Suganda. Ipda Muh Yusuf menyerahkan bantuan sembako kepada Kobo.
Potret Kehidupan yang ekstrim
Ipda Muh Yusuf melihat langsung kisah hidup Kobo adalah potret kehidupan dalam kesendirian yang ekstrem, bagaimana perjuangan Kobo bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan fisik.
Suasana seketika berubah haru saat Ipda Muh Yusuf menjabat tangan Kobo yang tampak gemetar. Dengan suara lirih, Kobo mengucapkan terima kasih saat mengetahui ada pihak yang peduli pada nasibnya.
"Ibu, bantuan sembako yang kami berikan ini adalah titipan dari Bapak Kapolres Sinjai," ujar Ipda Muh Yusuf lembut di hadapan Kobo.
Wujud Hadirnya Polri
Kunjungan ini merupakan instruksi langsung dari AKBP Jamal Fatur Rakhman sebagai bagian dari program kepedulian sosial Polres Sinjai terhadap warga kurang mampu di wilayah hukumnya.
Ipda Muh Yusuf berharap, bantuan paket sembako tersebut setidaknya dapat menyambung hidup dan meringankan beban harian sang lansia. Terlebih, aksi ini dilakukan di tengah momentum bulan suci Ramadan.
"Apa yang kami lakukan hari ini adalah wujud nyata Polri hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan," pungkas Yusuf sebelum berpamitan dari gubuk Kobo. (Pz).