Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Efisiensi dan Akurasi Strategi Baru Dinkes Sinjai Awasi Takjil Ramadhan di Emperan Jalan

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:11 WIB Last Updated 2026-02-26T02:11:49Z


PAPARAZZIINDO.com. SINJAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai mulai melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran takjil di sejumlah titik strategis guna menjamin keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Langkah preventif ini menyasar lokasi-lokasi padat pembeli seperti Pasar Sentral Sinjai, kawasan Masjid Agung, hingga lapak takjil di wilayah Lappa.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pola pengawasan kali ini dilakukan secara lebih menyeluruh dengan mengutamakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, MARS, menegaskan bahwa pemeriksaan tidak lagi hanya berfokus pada pengambilan sampel secara acak, melainkan dimulai dari evaluasi kebersihan tempat berjualan.

"Kalau lingkungannya masih kotor dan jajanannya masih terbuka, harus dibersihkan dan ditutup dulu, baru kemudian kita lanjut ke pemeriksaan sampel," ujar dr. Emmy dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Strategi baru ini diterapkan berdasarkan evaluasi tahun lalu, di mana pengambilan sampel langsung tanpa meninjau proses produksi dianggap kurang efektif mencegah cemaran dari awal. Selain itu, metode baru ini dinilai lebih efisiensi dan akurasi dalam penggunaan sumber daya laboratorium. 

Dinas Kesehatan menurunkan tiga tim ahli yang terdiri dari tenaga kefarmasian, sanitarian, pengawas makanan, hingga petugas Laboratorium Kesehatan Daerah.

Setiap tim memiliki tugas untuk memantau langsung proses pengolahan, cara penyimpanan, hingga penyajian makanan kepada konsumen.

Sembari melakukan inspeksi, petugas Promosi Kesehatan juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya penggunaan bahan tambahan pangan yang aman serta penerapan perilaku hidup bersih.

Terkait pemeriksaan laboratorium, pengambilan sampel kini dilakukan secara selektif hanya pada produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya atau yang diproses di lingkungan yang tidak higienis.

Melalui upaya ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa dibayangi risiko keracunan pangan, sekaligus mendorong para pedagang untuk lebih bertanggung jawab terhadap kualitas dagangan mereka. (*).
×
Berita Terbaru Update