PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Keamanan ruang digital di Kabupaten Sinjai kini menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Menanggapi gelombang modus penipuan yang kian canggih, Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU Dr. Adi Asrul, SH., MH., menyampaikan pesan krusial bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat pertahanan diri dari serangan siber. Selasa (6/1/2026).
Menurut IPTU Adi Asrul, teknologi bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan medan baru bagi para pelaku kejahatan. "Penipu tidak lagi mengetuk pintu rumah Anda, mereka mengetuk layar ponsel Anda dengan berbagai tipu muslihat yang sangat rapi," ungkapnya.
Beliau menekankan beberapa poin inti yang harus dipahami oleh setiap warga agar tidak terjerumus dalam kerugian materiil maupun psikologis:
1. Bangun Skepsis Sehat
Setiap informasi yang datang secara tiba-tiba—baik berupa kemenangan undian, tawaran kerja paruh waktu, hingga ancaman hukum—harus dihadapi dengan kepala dingin. "Jangan biarkan emosi, baik rasa senang maupun takut, mengambil alih logika Anda," tegas Kasat Reskrim.
2. Pertahanan Data Pribadi
IPTU Adi Asrul menegaskan bahwa kode OTP, PIN, dan nomor rekening adalah aset privat yang tidak boleh berpindah tangan kepada siapa pun, termasuk mereka yang mengaku sebagai petugas institusi resmi.
3. Verifikasi adalah Kewajiban
Sebelum melakukan transaksi atau mengklik tautan (link) apa pun, pastikan kebenarannya. Penipuan digital sering kali menggunakan teknik impacting (mencatut nama pejabat atau instansi) untuk memvalidasi kebohongan mereka.(*)