Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BNK Sinjai Segera Beralih Status Jadi BNNK, Bupati Tabuh Genderang Lawan Narkoba

Senin, 29 Desember 2025 | 14:58 WIB Last Updated 2025-12-29T06:59:04Z

PAPARAZIINDO.COM. ​SINJAI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memberantas peredaran gelap narkotika memasuki babak baru. Selain memperkuat sinergi di tingkat akar rumput, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sinjai kini tengah bersiap melakukan transformasi besar dengan beralih status menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

​Kabar strategis ini diungkapkan langsung oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, saat membuka kegiatan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (29/12/2025) pagi.

​Transformasi Menuju Kekuatan Penuh

​Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi BNK Sinjai yang konsisten melakukan langkah preventif. 

Beliau menegaskan bahwa peralihan status menjadi BNNK akan memberikan legitimasi dan daya dobrak yang lebih kuat bagi Sinjai dalam memerangi narkoba.

​“Kami sangat mengapresiasi rencana peralihan status BNK Sinjai menjadi BNN Kabupaten yang tidak lama lagi akan diputuskan. Ini adalah langkah besar agar penanganan narkotika di daerah kita semakin terintegrasi dan memiliki kewenangan yang lebih luas,” ungkap Bupati.

​Menabuh Genderang Perang di Tingkat Desa

​Sejalan dengan rencana transformasi tersebut, Bupati Ratnawati secara tegas "menabuh genderang perang" terhadap narkoba dengan mengumpulkan seluruh Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Sinjai. 

Baginya, narkotika adalah extraordinary crime yang harus dilawan dengan cara-cara luar biasa. Ia menekankan bahwa aparat di tingkat wilayah harus menjadi benteng pertahanan pertama.

 "Saya berharap para peserta yang hadir hari ini dapat menjadi teladan atau 'Duta Anti Narkoba' di lingkungannya masing-masing. Kita ingin mewujudkan Sinjai Bersinar (Bersih Narkoba)," tegasnya.

​Tiga Pilar dan Filosofi Panrita Kitta

​Bupati juga memaparkan tiga strategi utama yang harus dijalankan:
​Sinergitas Masif: Kolaborasi seluruh pihak tanpa ego sektoral.
​Edukasi Berkelanjutan: Memberikan pemahaman bahaya narkoba secara terus-menerus.
​Ketahanan Keluarga: Memperkuat peran orang tua dalam menjaga anak-anak.

​Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba sangat mencederai nilai-nilai luhur masyarakat Sinjai yang religius dan beretika, sebagaimana tertuang dalam semboyan "Panrita Kitta".

​Kegiatan penyuluhan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai perspektif, mulai dari aspek hukum oleh Ketua Pelaksana Harian BNK Sinjai, Kompol Tamar, hingga tinjauan keagamaan oleh Kepala Kantor Kemenag Sinjai, Faried Wajedi, serta tinjauan kesehatan dari Dinkes Sinjai.

​Dengan beralihnya status BNK menjadi BNNK nantinya, diharapkan sinergi antara nilai budaya lokal dan kekuatan hukum negara dapat benar-benar membersihkan Bumi Panrita Kitta dari ancaman barang haram tersebut.

​Butuh bantuan lainnya? Saya bisa membantu membuatkan poin-poin ringkasan untuk dibagikan di grup WhatsApp koordinasi Camat dan Kades agar pesan Bupati ini langsung tersampaikan dengan efektif. (*).
×
Berita Terbaru Update