Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ribuan Siswa Melukis Kaligrafi di Atas Chromebook yang Digelar Disdik Sinjai

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:00 WIB Last Updated 2026-03-11T14:00:56Z

PAPARAZZIINDO.com. SINJAI – Suasana Masjid Islamic Centre Andi Rudianto Asapa pada Rabu (11/3/2026) tampak lebih hidup dari biasanya. Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan berkumpul untuk mengikuti Gebyar Ramadhan 1447 H yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sinjai.

Sebanyak 1.002 peserta tercatat memeriahkan acara yang mengusung tema "Ramadhan Mengasah Bakat, Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an dan Seni" ini. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib.

Inovasi Kaligrafi Digital

Satu hal yang menarik perhatian dalam Gebyar Ramadhan tahun ini adalah pemanfaatan teknologi di tengah kegiatan religius. Sebanyak 93 siswa tingkat SMP berkompetisi dalam lomba kaligrafi, namun tidak menggunakan media kertas atau kanvas, melainkan perangkat Chromebook.

Ketua Panitia, Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kreativitas siswa. Selain kaligrafi digital, hari pertama juga diramaikan oleh 338 peserta lomba khat Al-Qur’an tingkat SD serta 115 anak TK/PAUD yang beradu imajinasi dalam lomba mewarnai.

"Total peserta mencapai 1.002 orang. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari sekolah-sekolah di Sinjai," ujar Ahmad di sela-sela kegiatan.

Asah Kemampuan Retorika

Tak hanya seni visual, Gebyar Ramadhan kali ini juga menjadi panggung bagi para orator cilik. Untuk tingkat sekolah dasar, terdapat 368 peserta yang mendaftar dalam lomba Dai Cilik. Sementara itu, di jenjang SMP, sebanyak 88 siswa bersiap unjuk kemampuan dalam lomba ceramah.

Kedua cabang lomba ini dijadwalkan berlangsung pada hari kedua yang dipusatkan di Aula Handayani Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai.

Bentuk Karakter Generasi Muda

Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar kompetisi tahunan. Baginya, momen Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mengasah kepercayaan diri siswa.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an," tegas Irwan.

Ia berharap, lewat perpaduan antara seni, teknologi, dan nilai spiritual, para siswa di Sinjai dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif namun tetap memiliki pondasi karakter yang kuat. (*).
×
Berita Terbaru Update