PAPARAZZIINDO.com. SINJAI SULAWESI SELATAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai menggelar Monitoring dan Evaluasi Kesehatan Haji Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat pelayanan kesehatan jemaah secara komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan.
Agenda ini dimanfaatkan untuk menilai kinerja pelayanan tahun berjalan sekaligus menyusun perbaikan dalam pembinaan dan pemeriksaan calon jemaah haji tahun 2027.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sinjai, dr. Kahar Anies juga mengapresiasi jajaran Rumah Sakit, Puskesmas, Labkesda, serta pihak terkait yang mendukung kelancaran layanan.
Berdasarkan hasil evaluasi, lima penyakit terbanyak yang ditemukan pada calon jemaah haji yakni hipertensi primer, cardiomegaly (pembesaran jantung), hiperkolesterolemia, hypertensive heart disease, dan cystitis.
Tingginya angka masalah kardiovaskular ini menjadi catatan krusial mengingat para jemaah akan dihadapkan pada aktivitas fisik yang berat, perubahan cuaca ekstrem, perjalanan panjang, serta perubahan pola istirahat selama berada di Tanah Suci.
Temuan data medis tahun 2026 tersebut akan dijadikan pijakan utama dalam mematangkan persiapan kesehatan jemaah tahun 2027.
Dinkes Sinjai menegaskan bahwa proses pemeriksaan kesehatan bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan pintu masuk deteksi dini, pengendalian faktor risiko, pengobatan, hingga pemantauan berkesinambungan bagi penderita penyakit kronis.
Guna mengantisipasi risiko kesehatan mendatang, Dinkes Sinjai memfokuskan strategi pada penguatan deteksi dini, pengendalian penyakit degeneratif, pembinaan berkala melalui Puskesmas dan Rumah Sakit, serta edukasi pra-keberangkatan.
Sinergi antara Dinas Kesehatan, fasilitas medis, Kementerian Agama, jemaah, dan pihak keluarga akan terus ditingkatkan agar calon jemaah haji Kabupaten Sinjai tahun 2027 memiliki kesiapan fisik dan stamina yang optimal sejak jauh hari. (Adv).