PAPARAZZIINDO.com. SINJAI - Ketegangan yang menyelimuti keluarga Rustam (53), nelayan asal Pulau Kodingare, Desa Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, akhirnya berakhir lega.
Setelah sempat dinyatakan hilang kontak saat melakukan pelayaran nekat melintasi perairan Teluk Bone menuju Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rustam kini dikabarkan telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Kisah dramatis ini bermula pada Senin subuh (11/5/2026), saat Rustam memutuskan untuk bertolak dari kediamannya menggunakan perahu sampan bermesin. Padahal, sang istri, Megawati (49), sudah memiliki firasat buruk dan sempat melarang keras suaminya berangkat karena kondisi cuaca yang sedang ekstrem dan tidak menentu.
Namun, Rustam tetap meluncur membelah lautan seorang diri dengan bekal bahan bakar yang sangat terbatas, hanya sekitar 25 liter saja.
Komunikasi terakhir dengan keluarga sempat terjalin pada pukul 08.00 Wita di hari keberangkatan. Namun, hanya berselang satu jam kemudian, ponsel Rustam mendadak tidak aktif.
Keheningan sinyal selama berhari-hari itu memicu kepanikan, apalagi sang anak yang sudah menunggu di dermaga Kolaka tak kunjung melihat bayangan perahu ayahnya bersandar.
Situasi ini segera memicu respons cepat dari tim gabungan. Info hilangnya Rustam diteruskan secara berantai mulai dari BPBD Kolaka, BPBD Bone, hingga menyentuh pihak otoritas di Kabupaten Sinjai.
Banyak pihak yang merasa was-was mengingat perahu sampan kecil yang digunakan Rustam sebenarnya sangat tidak layak untuk menempuh rute laut antarprovinsi, terutama di tengah terjangan ombak besar yang menghantui perairan tersebut.
Setelah sempat menjadi misteri dan memicu pencarian intensif di perairan Bajoe, titik terang akhirnya muncul. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa nelayan tersebut berhasil mencapai daratan Kolaka dengan selamat.
Meski sempat terjebak dalam situasi sulit yang memutus akses komunikasinya, ia kini telah berkumpul kembali dengan keluarganya.
Meski berakhir bahagia, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pelaut di wilayah Sinjai. Pihak Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Polsek Pulau Sembilan mengimbau dengan tegas agar seluruh nelayan lebih memperhitungkan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut saat cuaca buruk, demi menghindari risiko nyawa yang bisa berakibat fatal di tengah laut lepas. (*).