PAPARAZZIINDO.COM. MAKASSAR – Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menunjukkan perkembangan signifikan. Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan secara resmi menyerahkan satu jenazah yang telah teridentifikasi kepada pihak keluarga dalam pertemuan di Makassar, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S.
Identitas Korban Terungkap
Berdasarkan hasil kerja tim Disaster Victim Identification (DVI), jenazah yang diserahkan teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibiono (33).
Proses penyerahan berlangsung haru dengan dihadiri oleh orang tua, kakak kandung, serta kakak ipar korban pada pukul 14.00 WITA.
"Setelah proses identifikasi rampung, hari ini jenazah kami serahkan kepada keluarga. Rencananya, jenazah akan diterbangkan menuju Jakarta pada pukul 22.00 WITA malam ini," ujar Kombes Pol. Didik Supranoto.
Satu Jenazah Masih dalam Pemeriksaan Sementara itu, tim DVI saat ini tengah bekerja ekstra untuk mengidentifikasi satu jenazah tambahan yang baru saja diterima. Kombes Pol. dr. Muhammad Haris menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan dengan mengombinasikan metode primer dan sekunder.
Metode Primer: Mencakup pemeriksaan sidik jari, catatan gigi, serta analisis DNA (yang memerlukan waktu lebih mendalam).
Metode Sekunder: Meliputi pencocokan data medis, properti atau pakaian yang dikenakan, serta ciri fisik khusus pada jenazah.
Prioritas pada Akurasi Pihak Biddokkes menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Fokus utama tim adalah akurasi demi memastikan jenazah yang diserahkan benar-benar sesuai dengan identitasnya.
"Kami mengedepankan ketepatan dibandingkan kecepatan. Tim bekerja maksimal agar setiap hasil identifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tegas dr. Haris sembari meminta doa dari masyarakat agar proses sisa identifikasi berjalan lancar. (*)