PAPARAZZIINDO.COM. BANTAENG – Memasuki awal tahun 2026, wajah pertanian di Sulawesi Selatan kini tak lagi sama. Sentuhan teknologi digital mulai mengambil peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan.
Hal ini dibuktikan langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., saat memimpin Panen Raya Jagung Serentak di Desa Ulugalung, Kabupaten Bantaeng, Kamis (08/01/2026).
Bukan sekadar seremonial biasa, panen raya kali ini menjadi etalase keberhasilan program SADAR Sulsel (Satu Desa Satu Hektare). Sebuah aplikasi inovatif yang mengubah cara Polri dalam melakukan pendampingan produktif kepada para petani di lapangan.
Pengawasan dalam Genggaman
Melalui aplikasi SADAR Sulsel, Polda Sulsel melakukan lompatan besar dengan mendigitalisasi pemantauan lahan.
Kapolda menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan kendali jarak jauh secara real-time terhadap kinerja 2.286 Polisi Penggerak yang tersebar di 23 Polres jajaran.
"Setiap jengkal lahan binaan kini terpantau secara akuntabel. Mulai dari masa tanam, perkembangan vegetasi, hingga potensi hasil panen, semuanya terdata secara digital. Aplikasi ini memastikan bahwa program kemandirian pangan bukan sekadar angka di atas kertas, tapi fakta di lapangan," tegas Irjen Pol. Djuhandhani.
Modernisasi ini membuahkan hasil yang terukur. Berdasarkan evaluasi berbasis data digital pada tahun 2025, kontribusi pembinaan Polri telah menyumbang 11.450,5 ton jagung dari luas lahan 2.264,6 hektar.
Untuk wilayah Bantaeng sendiri, aplikasi SADAR mencatat performa positif di mana 10 hektar lahan yang dipanen hari ini menjadi bagian dari total pengelolaan Polda Sulsel seluas 30,40 hektar.
Dengan estimasi output mencapai 121,60 ton, akurasi data aplikasi mempermudah Bulog dalam memetakan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang saat ini telah mencapai 17.559 ton.
Sinergi Masa Depan
Hadirnya jajaran Forkopimda Sulsel dan tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi yang didukung teknologi adalah kunci stabilitas pasokan pangan nasional di Kuartal I tahun 2026, sesuai instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dengan integrasi aplikasi SADAR Sulsel, Polda Sulsel tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi pionir dalam modernisasi sektor agraris demi memastikan perut rakyat tetap terisi dan kesejahteraan petani tetap terjaga. (**).