PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Di penghujung tahun 2025, sebuah pemandangan menyejukkan terlihat di Mapolres Sinjai. Bukan tentang penegakan hukum yang kaku, melainkan tentang jabat tangan hangat antara simbol otoritas keamanan dan energi muda akademisi.
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai hadir membawa sebuah piagam penghargaan untuk Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, SH., S.Ik., MH.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni di atas kertas. Bagi para mahasiswa, ini adalah ungkapan terima kasih atas ruang gerak dan rasa aman yang diberikan Polres Sinjai terhadap berbagai aktivitas kemahasiswaan.
Di bawah kepemimpinan AKBP Harry Azhar, Polri di Sinjai dinilai bukan lagi sebagai sosok yang menjaga jarak, melainkan mitra yang hadir mendukung tumbuh kembang aspirasi pemuda.
Menerima penghargaan tersebut dengan rendah hati, AKBP Harry Azhar yang didampingi Kasat Intelkam AKP Hasan Loan, menyebut bahwa mahasiswa adalah mata dan telinga masyarakat.
"Kami tidak bisa berjalan sendiri. Mahasiswa adalah agen perubahan sekaligus kontrol sosial. Kritik dan masukan dari adik-adik sekalian adalah energi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih tulus," ungkap Harry Azhar dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (31/12/2025) ini menegaskan bahwa keamanan di Kabupaten Sinjai tidak hanya dibangun dengan patroli dan penjagaan fisik, tetapi melalui dialog yang harmonis.
Kapolres meyakini bahwa ketika kepolisian dan kaum intelektual muda bersinergi, maka ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif akan tercipta dengan sendirinya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, sebuah potret simbolis yang menunjukkan bahwa di Sinjai, antara seragam cokelat dan jaket almamater terdapat satu visi yang sama: menjaga tanah kelahiran agar tetap aman, damai, dan sejahtera bagi semua. (*/Pz).