Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Stok Pupuk Melimpah, Penyaluran Tertatih: Baru 52 Persen Urea Sampai ke Petani Sinjai

Kamis, 06 November 2025 | 14:04 WIB Last Updated 2025-11-06T06:04:57Z

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Di tengah musim tanam raya yang semakin mendesak, sektor pertanian Kabupaten Sinjai menghadapi paradoks. 

Meskipun Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) menjamin stok Pupuk Urea aman dan tersedia di gudang Mangottong, Kecamatan Sinjai Utara, realisasi penyalurannya kepada petani masih tergolong lambat.

Dari data Dinas TPHP Sinjai, hingga awal November 2025, penyerapan Pupuk Urea baru mencapai 4.138 ton, atau 52% dari total alokasi sebesar 8.029 ton. Kondisi serupa terjadi pada Pupuk NPK yang bahkan lebih rendah, baru tersalurkan 42% (2.963 ton dari 7.000 ton alokasi).

Kepala Dinas TPHP Sinjai, H. Kamaruddin, menyampaikan kekhawatiran atas kondisi ini.

"Melihat kondisi penyaluran pupuk ini masih kurang. Namun, kami optimis serapan penyaluran pupuk ini akan meningkat drastis pada musim tanam November dan Desember 2025," ujar Kamaruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (06/11/2025).

Urea Paling Anjlok, HET Jauh Lebih Murah

Lambatnya serapan pupuk terjadi meskipun Pemerintah telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) secara signifikan. Pupuk Urea menjadi salah satu yang paling anjlok harganya, turun dari Rp 2.250/kg menjadi Rp 1.800/kg.

Kadis TPHP ini juga merinci harga pupuk, berikut perbandingan HET pupuk bersubsidi saat ini:

Urea: Rp 1.800 per Kg (Sebelumnya Rp 2.250)

NPK: Rp 1.840 per Kg (Sebelumnya Rp 2.300)

Organik: Rp 640 per Kg (Sebelumnya Rp 800)

Jenis pupuk ZA kini dibanderol Rp 1.360 per kg (sebelumnya tidak ada), sementara NPK Kakao—jenis khusus yang harganya memang relatif mahal—turun dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640 per kg.

Petani Diimbau Cepat Ajukan RDKK

Pemerintah Daerah berharap penurunan HET dan ketersediaan stok dapat memacu percepatan distribusi. Saat ini, terdapat sekitar 1.500 lebih Kelompok Tani yang tersebar di 8 Kecamatan di Sinjai, mengelola total lahan persawahan seluas 16.560 hektar dan lahan perkebunan produktif 26.900 hektar.

Petani diimbau untuk segera membeli pupuk sesuai dengan kuota yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), baik secara perorangan maupun berkelompok. Percepatan serapan sisa 48% Urea sangat krusial untuk menjamin kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi menjelang puncak musim tanam akhir tahun. (Pz).
×
Berita Terbaru Update