Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Viral Soal Penemuan Bayi di Kebun, DP3AP2KB Sinjai Pastikan Pemenuhan Hak Anak Terpenuhi

Selasa, 16 September 2025 | 14:54 WIB Last Updated 2025-09-16T08:29:16Z

Kadis DP3AP2KB Sinjai, Drs. Janwar. (Foto: Paparazzi).

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Soal kasus Penemuan bayi perempuan yang dibuang di kebun Dusun Bole Desa Saohiring, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan ditemukan warga setempat kini sudah ditandatangani Polres Sinjai. 

Sekaitan hal tersebut yang viral di media sosial dan menjadi sorotan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan UPTD PPA sudah melakukan penjangkauan kepada bayi tersebut bersama Dinas Sosial Sinjai.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DP3AP2KB Sinjai, Drs. Janwar saat dikonfirmasi awak Media ini. Selasa (16/09/2025).

"Soal bayi yang dibuang dikebun dan telah ditangani pihak Polres Sinjai, kami DP3AP2KB melalui UPTD PPA sudah melakukan penjangkauan kepada bayi yang ditemukan sejak kemarin (hari Senin -red) bersama Dinas Sosial, atas arahan Ibu Bupati Sinja, Hj Ratnawati Arif,"ujarnya.

"Jadi untuk penjangkauan kepada anak tersebut, kita akan memastikan pemenuhan hak anaknya terpenuhi,"sambungnya.

"Adapun Pemenuhan hak anak dimaksud, Pemenuhan hak anak yang wajib diupayakan adalah hak hidup dan kesehatannya serta hak atas administrasi kependudukannya. Untuk hak kesehatannya ini yang sementara diupayakan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Sinjai,"jelas Janwar.

Disinggung mengenai upaya pencegahan apa saja yang telah dilakukan DP3AP2KB ?

Mantan Sekretaris DPRD Sinjai ini, mengungkapkan," Kalau upaya pencegahan, sudah banyak program/kegiatan yang sudah kami lakukan dengan melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan anak, sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak,  bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait, termasuk APH, organisasi perempuan, kepala Desa dan lainnya,"katanya.

Selain itu kami juga meminta dan mendorong peran serta masyarakat melalui pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di semua Desa, pembentukan Duta Genre (Generasi Berencana) yang menjadi duta untuk sosialisasi kepada anak remaja terkait kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan, termasuk pencegahan pergaulan bebas,"bebernya.

Atas adanya kejadian yang menjadi perhatian publik, kami imbau kepada masyarakat diharapkan juga melakukan pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga terdekat.

Pola asuh yang menekankan pentingnya fondasi agama dan moral, juga penting membangun komunikasi antar orang tua dan anak. Diharapkan juga untuk membatasi penggunaan Gadget dan media sosial yang negatif sejak usia dini,"tutup Janwar. 

Untuk diketahui, bayi malang berkelamin jenis perempuan yang dibuang dikebun, telah dievakuasi dari Puskesmas Manimpahoi ke RSUD Sinjai hari Senin (15/09/2025) oleh Ketua Bhayangkari Cabang Polres Sinjai, Rina Harry untuk diberikan perawatan intensif dan penanganan khusus oleh dr. Spesialis anak sesuai standar perawatan bayi, atas arahan Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar. (Pz).
×
Berita Terbaru Update