PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dan gelombang air laut yang cukup tinggi, bisa menjadi petaka bagi kita semua, untuk itu mari kita tetap waspada dan update mengikuti info dari BMKG terkait peringatan dini. yang disebar luaskan melalui Pemerintah setempat dan pihak terkait lainnya.
Sekaitan hal tersebut Kapolsek Pulau Sembilan, Iptu Sahabuddin mengajak kepada seluruh masyarakat wilayah, khususnya bagi nelayan yang akan turun melaut, agar mewaspadai angin kencang di laut dengan gelombang air laut yang cukup tinggi, begitu juga terhadap warga yang ingin menuju ke Kota Sinjai atau sebaliknya dengan menggunakan tranportasi kapal laut, agar berhati-hati atau jika bisa ditunda saja dulu aktivitasnya demi keselamatan diri sendiri dan keluarga,”tuturnya.
Selain itu Iptu Sahabuddin, juga meminta kepada orang tua agar senantiasa menjaga anaknya yang masih kecil, untuk tidak membiarkannya keluar bermain apalagi dipinggir laut dalam cuaca ekstrem saat ini.
Seperti kejadian barusan seorang anak laki-laki yang masih berusia 3,5 tahun tewas terseret air laut saat air pasang.
Adapun kronologinya menurut Kapolsek Pulau Sembilan, Iptu Sahabuddin, saat itu Korban Lel Muhammad Rafka, (3.5) tahun Alamat, Dusun Kambuno Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan.
Mengikuti ibunya Musdalifah ke tempat Jemuran setelah Shalat Dzuhur orang tua korban pulang ke rumahnya bersama korban namun setelah itu korban keluar lagi bermain bersama temannya di depan rumah.
Namun menurut berbagai saksi mata di Desa tersebut korban saat itu menuju ke pinggiran laut bermain, setelah itu tidak berselang lama orang tua korban mencari anaknya, tapi naas korban Isra ditemukannnya mengapung dalam keadaan sudah tidak bernapas lagi (meninggal), sekitar pukul 13.00 WITA,”ungkapnya.
Jadi kejadian ini murni penyebabnya akibat korban tenggelam dan terseret air laut saat pasang, menurut berbagai saksi di Desa Pulau Harapan,”tutup Kapolsek Via telepon Whatsapp. Minggu (04/06/2023). (Pz).